Mengenal Lebih Dekat Kuda Lumping, Seni Budaya Asal Ponorogo Jawa Timur

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Mengenal Lebih Dekat Kuda Lumping, Seni Budaya Asal Ponorogo Jawa Timur

Bang Q
Jumat, 30 Oktober 2020

Mengenal Lebih Dekat Kuda Lumping, Seni Budaya Asal Ponorogo Jawa Timur. Mengenal Lebih Dekat Kuda Lumping, Seni Budaya Asal Ponorogo Jawa Timur. Kuda lumping merupakan sebuah tarian yang sangat terkenal dari indonesia, tarian ini merupakan aslinya merupakan sebuah tarian jawa yang menampilkan para ksatria penunggang kuda, Tarian yang juga dikenal dengan nama jaran kepang atau jathilan ini berasal dari sebuah kabupaten di jawa timur yaitu ponorogo.


Pada dasarnya tarian ini hanya menampilkan para prajurit yang menunggang kuda, dimana kuda yang ditunggangi dalam tarian ini terbuat dari bambu berbentuk kuda dengan hiasan rambut yang biasnaya terbuat dari plastik pada kepala kuda. Namun lambat laun tidak saja hanya menampilkan tarian tetapi juga atraksi kesurupan dimana para pemain melakukan tindakan dengan kekuatan magis.


Beberapa atraksi seperti makan beling, kekebalan tubuh dengan pecutan kerap mewarnai pertunjukan seni budaya jawa timur ini, Jaran kepang merupakan salah satu bagian terpenting dalam pertunjukan tarian reog, tarian seni budaya ponorogo ini sudah dikenal diberbagai negara, sebut saja malaysia, jepang, amerika, hongkong dan beberapa negara lainnya.


Kuda Lumping Tarian Penuh Magis


Kuda lumping atau jaran kepang merupakan tarian yang diwarisi dari generasi ke generasi di tanah jawa, namun begitu tidak ada catatan sejarah sejak kapan tarian ini dimainkan, Tarian ini juga biasanya disebut tarian kesurupan, menurut versi lainnya, tarian kuda lumping menggambarkan pasukan pemuda yang memiliki paras yang cantik yang dijuluki jathil penunggang kuda berambut emas.


Kisah ini tercantum dalam serial reog abad ke 8 dimana sang prajurit bertempur membantu kerajaan bantarangin melawan pasukan penunggang babi hutan. Tarian jaran kepang ini intinya menunjukkan heroisme dan patriotisme seorang prajurit.


Dalam setiap pagelarannya kuda lumping lebih sering menampilkan kekuatan magis para pemiannya seperti aksi mengunyah beling, kekebalan senjata tajam dan beragam atraksi lainnya yang membuat para penonton bergidik ngeri.


4 Sesi Drama Dalam Tarian Kuda Lumping


Sebagai sebuah tarian yang menggambarkan sosok kepahlawanan seorang pajurit, kuda lumping memilki 4 sesi pertunjukan yang mana masing-masing memiliki temanya tersendiri, diantaranya, 2 kali tarian buto lawas, tari sentelewe dan tari begon putri


Pada sesi tarian buto lawas inilah yang sering dilakukan atraksi kesurupan dengan menampilkan kekuatan mistis sambil melakukan tarian, terkadang para penonton juga tidak luput dari efek kesurupan sehingga tanpa sadar juga melakukan aksi tarian tersebut.


Pada setiap pertunjukan yang disertai kekuatan magis, pemain kuda lumping selalu didampingi oleh seorang yang memiliki keahlian khusus yang disebut warok yang memiliki kekuatan supranatural, lewat warok inilah permainan kuda lumping bisa berjalan dengan baik, karena selain menghadirkan hal-hal ghoib ditengah tarian, juka merekalah yang nantinya akan menyembuhkan para pemain kuda lumping dari kesurupan hingga pulih sediakala.


Seni budaya tarian kuda lumping hingga saat ini terus bertahan, dan masih melakukan pertunjukan atas permintaan orang-orang tertentu yang memiliki hajatan, walaupun identik dengan kekuatan magis, kuda lumping bukanlah seni budaya yang membahayakan bagi penonton, bahkan tarian ini sudah begitu dikenal tidak saja secara nasional tetapi juga internasional, namun begitu tidak sembarangan orang dapat bermain kuda lumping, butuh keahlian dan persiapan yang matang tentunya.